Sunday, May 28, 2017

Berburu Bahan Makanan di Supermarket Setiabudi

Sore hari di hari minggu waktunya untuk berkumpul bersama keluarga. Lebih asyik lagi jika kumpulnya sambil jalan-jalan bersama. 

Kali ini kami memutuskan untuk jalan-jalan ke arah jalan Setiabudi. Kebetulan nama jalan dan tempat yang akan kami kunjungi memiliki nama yang sama, " Setiabudi". 

Kami berkunjung ke Setiabudi supermarket. Sebuah supermarket terkenal di Bandung yang menjual aneka barang impor terutama makanan, yang jarang kami temui di Supermarket lainnya. 

Kali ini rencananya kami ingin membeli kecap yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Biasanya kami menggunakan kecap ini untuk rendaman daging steak, memasak nasi goreng, atau tumisan biasa. 

Taraaa... ternyata setelah masuk didalamnya banyak sekali makanan yang menggoda untuk kami beli. Makanan yang sulit ditemui ditempat lain, disini lengkap tersedia. Keju misalnya, jika biasanya hanya menemukan keju cheddar, disini kita bisa menemukan beragam keju, keju peperoni, keju apel, keju mozarella, dan sebagainya. Untuk orang-orang yang sering memasak atau membuat kue, menemukan ragam keju yang sulit dicari di supermarket ini membuat hati senang bukan kepalang. 

Lanjut ke pencarian selanjutnya, saya mencari rumput laut yang bisa digunakan untuk membuat sushi. Makanan jepang yang praktis dibawa saat piknik dan bepergian ini sangat disukai anak saya. Selain enak, kita bisa menyisipkan beragam sayuran dan ikan atau olahan ayam kedalamnya. Hmmm... sedaap, sekali hap langsung lengkap gizinya. Selain untuk sushi, rumput laut juga ada yang bisa dibuat sup. Rumput laut yang sudah dikeringkan. Hidangan sederhana yang kaya serat ini bisa tersaji di meja makan tanpa memakan waktu yang banyak.  Cukup merebusnya dalam 5 menit, ditambah kaldu dan bawang putih geprek serta jahe sudah bisa disantap oleh si kecil. Sluuurp enaaak...

Ada lagi satu makanan yang sangat mengundang hasrat untuk membeli. Konsentrat sari jeruk citroen dan madu ini saya cicipi saat acara korean day bersama RB Boga. Rasanya segar dan enak ke badan. Senang sekali saat menemukannya disini dan suami mengiyakan untuk membeli. Bulir-bulir jeruk dan potongan kulitnya terasa manis dan segar. Benar-benar pas jika disajikan menemani menu buka puasa. Segar sekali. Selain itu, menikmati satu gelas teh korea ini membuat badan terasa lebih segar. Menurut cerita salah satu teman yang pernah tinggal di Korea, teh ini merupakan teh yang sangat disukai oleh orang Korea. Mereka sengaja menyetoknya dirumah ketika badan sedang flu dan batuk atau stok untuk para ibu menyusui agar badan segar kembali dan ASI nya lancar. 

Alhamdulillah... bertemu barang yang dicari-cari disini membuat hati senang dan segera ingin mencicipi teh Yucacha ( teh Korea) yang segar. 

Menjelang waktu berbuka, kami memutuskan untuk membeli roti dan beberapa makanan kecil serta minuman untuk membatalkan puasa dijalan. 

Beberapa saat kemudian, waktu berbuka pun tiba. Alhamdulillah... perjalanan kami dihari ini lancar dan bisa berbuka dengan yang segar. 

Untuk teman-teman yang sedang mencari bahan makanan untuk memasak terutama bahan impor, supermarket ini bisa menjadi alternatif pilihan yang menjanjikan. 

Selamat berburu bahan masakanšŸ˜Š





Monday, May 15, 2017

Momen Indah Nafeeza


 Saat sedang bingung mencari ide untuk menulis, saya tak sengaja melihat foto anak pertama yang tersimpan di memori HP.  Tiba-tiba saja teringat akan momen tersebut yang memunculkan ide untuk menulis. Ya... melihatnya dulu dan sekarang menyisakan banyak kenangan indah yang bisa tertuang dalam sebuah tulisan.

Momen pertama yang saya ingat adalah ketika ia baru pertama kali pindah ke rumah barunya. Saat itu saya sedang hamil, dan ia baru sembuh dari sakitnya. Senang rasanya melihatnya bisa sehat kembali, beraktivitas seperti sedia kala. Saya mengajarinya untuk bisa merawat tanaman dan ia sangat senang jika disuruh menyiram tanaman. Dengan sigap langsung mengambil air untuk dimasukkan kedalam teko penyiram tanaman. Bangga, sekaligus haru akan usahanya untuk menyenangkan Mamanya. Selesai menyiram, saya memfoto gayanya, terlihat lebih ceria memancarkan kebahagiaan. Alhamdulillah... tandanya ia sudah sehat lagi.

Momen kedua adalah saat akan pergi ke undangan saudara. Saat itu kami sedang berkumpul menunggu jemputan. Nafeeza sudah berdandan rapi. Usianya saat itu menginjak 5 tahun. Saat ia sedang belajar untuk menggunakan kerudung dan tetap tampil cantik. Senang bisa melihatnya tersenyum, penanda ia bahagia dan sudah mulai beranjak besar. Kini terlihat ada gaya yang berbeda, Nafeeza mulai menyadari usianya bertambah dan mulai belajar menjalankan perintah agama.

Momen ketiga ini difoto saat ia akan bersiap pergi ke karnaval. Senyumannya terlihat berbeda. Usianya menginjak 6 tahun. Ia terlihat sudah besar. Lebih cantik dan mau berpartisipasi dalam setiap kegiatan. Saat ini Nafeeza sedang bersekolah di TK A. Ia sedang semangat mengikuti semua kegiatan sekolah. Baginya sekolah itu menyenangkan. Tak pernah ada rasa malas untuk sekolah. Bahkan jika sakitnya belum parah, ia masih ingin tetap masuk sekolah.

Foto memang menyimpan kenangan manis dalam kehidupan. Saya berharap Nafeeza bisa menjadi anak sholehah yang selalu membawa senyuman bahagia bagi setiap orang yang melihatnya. Senyuman pembawa ketentraman bagi kami orangtuanya.

Love you Nafeeza.

Friday, May 12, 2017

Aliran Rasa Pengamatan Gaya Belajar Anak


Alhamdulillah materi bunda sayang sudah memasuki level 4. Materi mengenai pengamatan gaya belajar anak ini cukup simpel tapi membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa menyimpulkan gaya belajar mana yang cocok untuk setiap anak. 

Saya yang mempunyai dua anak dengan usia dan jenis kelamin yang berbeda, kini semakin paham bahwa masing-masing anak itu memiliki kesukaan dan pemahaman yang berbeda dalam belajar. Ada yang lebih suka belajar dengan cara melihat dan mendengar ( visual auditory) ada juga yang lebih suka praktek langsung ( kinestetik). Apapun gaya belajarnya, kita sebagai orang tua bisa terus mendukung dan mengarahkan agar hasil pemebelajaran yang ingin dicapai bisa maksimal didapat. 

Materi ini benar-benar sangat membantu. Kita tak lagi memaksakan setiap anak belajar, namun kini bisa mencari media paling tepat yang bisa membantu anak belajar memahami materi dengan baik. 

Semua proses yang dilalui semoga menjadikan kita orangtua semakin baik memilihkan metode yang tepat untuk belajar setiap anak. Anak dan orangtua bisa saling memahami, semakin kompak dalam belajar, dan belajar menjadi semakin menyenangkan pastinya. 
Aamiin...

#kuliahbundasayang
#gamelevel4
#aliran

Saturday, May 6, 2017

Pengamatan Gaya Belajar Anak Hari ke-2


          Pada hari ke-2 Nafeeza tiba-tiba saja mencetuskan ide untuk membuat  playdough. Ia tertarik untuk segera mempraktekkan percobaan yang ada di buku. Saat itu Nafeeza sedang membaca buku percobaan sederhana, dan hampir semua percobaan membutuhkan lilin mainan sebagai bahan tambahannya. Daripada harus membeli, saya menyarankannya untuk membuat sendiri. Sebelumnya kami pernah mempraktekkan membuat playdough dan berhasil, oleh karena itu, saya mempunyai sedikit bayangan mengenai bahan yang dibutuhkan untuk membuat playdough dan bagaimana cara membuatnya.
            Setelah mengingat kembali segala bahan yang diperlukan dengan melihat di Youtube, kami pun mulai menyiapkan bahan. Nafeeza yang mengambil bahannya, sementara saya sambil mengasuh adiknya, bertugas untuk menyebutkan bahannya satu per satu. Bahan yang diperlukan untuk membuat playdough adalah tepung terigu, garam, minyak kelapa, pewarna makanan, baskom kecil, dan tempat kedap udara untuk menyimpan playdough supaya bisa bertahan lama.
            Perlahan, setelah semua bahan terkumpul saya meminta Nafeeza untuk membuat playdough. Pertama campurkan tepung terigu dengan garam, perbandingannya, satu banding tiga. Kemudian tambahkan air sedikit-demi sedikit ( untuk tepung 200 gram dibutuhkan air 50mL) lalu masukkan minyak sayur kurang lebih dua sendok makan, dan terakhir tambahkan pewarna makanan sesuai warna yang diinginkan. Apabila dirasa adonan masih terlalu lengket, maka dapat ditambahkan garam atau terigu, hingga adonan bisa dibentuk.
            Setelah adonan playdough jadi, Nafeeza memainkannya dan bermain sesuai imajinasinya. Ia membuat kue dari playdough, bercerita dengan kue buatannya, dan membentuk sesuka hatinya. Menurut pengamatan saya, kali ini gaya belajar Nafeeza gabungan antara visual dan kinestetik. Ia terlihat ingin mencoba hal baru, dan lebih ingat materi pelajaran jika Ia mempraktekkannya. Walaupun rumah sedikit berantakan sesudah Nafeeza belajar membuat playdough, namun saya lebih senang jika ia mau praktek dan berusaha membuat mainan sendiri.
            Pada hari ke-2 Zafran belajar mendengarkan suara. Berhubung saya harus membuatkan sarapan dan makan siang, biasanya jika tidak ada yang mengasuh Zafran, saya akan membawanya kedapur. Turut serta melihat saya beraktivitas di dapur.
            Terkadang, karena bosan menunggu, lama kelamaan ia akan bosan dan menangis. Saat itu, saya berusaha menenangkannya dengan memberikannya mainan, berupa alat-alat yang ada didapur, dan membunyikannya. Biasanya saya memberikan sutil dan kaleng.
            Saya akan mncontohkan beberapa gerakan untuk memukul, sehingga menghasilkan bunyi. Kemudian setelah itu, ia akan tertarik untuk mencoba, dan membunyikan kaleng dengan memukulkan spatula diatasnya.
            Berdasarkan pengamatan saya, gaya belajar seperti ini disebut gaya belajar kinestetik dan auditory. Ia sedang belajar membedakan bunyi-bunyian dan mencoba mempraktekkan bagaimana cara yang bisa dilakukan untuk menghasilkan bunyi. Sehingga, esok hari, ia akan mampu membedakan bunyi apa yang dihasilkan dari benda yang dipukulkan.
Demikian pengamatan gaya belajar dihari ke-2, semoga apapun gaya belajarnya, anak-anak menikmatinya, dan menjadikan mereka pribadi yang sukses.
#tantangan10hari
#tantanganharike-2
#gayabelajaranak
#kuliahbunda sayang
# IIP
              



 

Circle Life of Shalia Template by Ipietoon Cute Blog Design