Wednesday, July 19, 2017

Full Time Mom Vs Working Mom


            Bahasan tentang Ibu bekerja dan ibu yang tinggal dirumah selalu saja menjadi bahasan yang tak pernah berujung. Topik menarik yang tak pernah ada habisnya. Tidak ada nilai mutlak mana yang benar dan mana yang salah, semua bergantung pada penilaian dan alasan masing-masing ada di posisi tersebut. Setiap orang mempunyai pilihan dalam hidup. Ia yang paling memahami mana yang terbaik untuknya.Tentunya tak lepas dari dasar yang menjadi alasan kuat atas keputusan besar yang telah diambilnya.
            Berikut seklumit cerita Mama Nafeeza dan Zafran ketika sedang bercanda membahas “Mama yang bekerja”.

“Mama boleh kerja ka?”
Pertanyaan iseng yang sengaja kulontarkan pada anak sulungku yang sudah beranjak besar. Kini ia bukan hanya berperan sebagai anaknya Mama, tetapi sudah pandai menyampaikan pendapat.
“Nanti yang jagain Aku sama Dede siapa?”
“Aku main, makan, cerita sama siapa?”
Hmmm… baru dua kalimat saja, hatiku sudah sedih. Tak mampu menahan pusaran air mata haru yang tiba-tiba saja ingin menetes diujung mata.
Dia sudah pandai berpendapat rupanya. Tak hanya kalimat persetujuan, meyakinkan, bahkan menolak ajakan pun sudah sering aku dengar di usianya sekarang ini. Ya… 5 tahun 10 bulan waktu yang cukup lama untuk membangun kedekatan kami bersama.
Sejak kecil, aku tak pernah meninggalkan atau menitipkannya berhari-hari pada orang lain kecuali saat aku sedang melahirkan. Ada ikatan batin yang kuat saat kami sedang menjalani aktivitas bersama. Apalagi jika aktivitas tersebut menyenangkan bagi kami berdua, rasanya anak 5 tahun ini sudah menjadi patner yang seusia denganku.
Maka dapat dibayangkan jika tiba-tiba aku harus bekerja dan meninggalkan mereka. Sebagian besar waktu yang kumiliki akan kuhabiskan diluaran sana, berjibaku dipagi hari dengan macet dan padatnya kendaraan berlalu lintas, tentunya mereka akan protes. Protes mencari haknya untuk ditemani Mama dalam tumbuh kembangnya. Mereka terbiasa dipeluk, dibacakan cerita, dibuatkan cemilan oleh Mama yang satu ini. Walau sebenarnya dirumah pun tentu memiliki segudang aktivitas. Mama yang tetap terlihat dalam pandangan mereka, adalah Mama yang sosoknya selalu dinanti dan ditunggu.
Ibu bekerja atau stay dirumah merupakan pilihan hidup masing-masing. Semuanya baik, tak ada yang bisa disalahkan.
Setiap orang memiliki posisi yang berbeda, terkadang kita merasa kitalah yang paling benar, lebih baik begini… atau lebih baik begitu, namun kita tak paham posisi orang lain.
Keputusan besar bagi working mom yang ingin beralih menjadi Full time Mom ataupun sebaliknya, ada ditangan masing-masing. Tentunya semua memiliki pertimbangan baik-buruknya.
Ada satu hal yang menjadi pengingat dalam diri saya, mengapa saya tetap memilih sebagai Full time Mom, ”Apa alasan saya memilih itu?” 
Kalau kata Bu Septi founder Institut Ibu Profesional dalam kuliah umumnya “ inside dulu baru outside”. Hal ini yang menjadi reminder dalam pola pikir saya, ketika sedang berbenturan dengan sekelebat pendapat yang terkadang menggoda hasrat untuk keluar dari rutinitas.
Jika anda sudah memiliki alasan tepat mengapa anda memilihnya, maka halang rintang sebesar apapunakan anda hadapi.
jadi, memilih dirumah, atau bekerja masing-masing pribadilah yang akan menemukan alasan tepat mengapa saya memilihnya.
Insya Allah, setelah menemukan alasan itu, jalan lain akan lebih mudah dilalui. Persoalan klise yang kerap dihadapi akan menemukan jalan keluarnya satu per satu.
Kini, Ibu bekerja tetap bisa mengurus rumah tangga dengan baik jika tau ilmunya, begitu pula sebaliknya, ibu yang stay dirumah tetap bisa berkarier dan have fun jika tau ilmunya.
            Nafeeza dan Zafran memang sangat membutuhkan Mamanya sekarang, Mama yang bisa mendampingi mereka dalam masa emasnya tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk tetap menikmati peran menjadi Ibu rumah tangga, membersamai mereka dalam setiap pencapaiannya.
Bagaimana dengan Mama ? Pernah galau menentukan bekerja atau menjadi Ibu rumah tangga?


0 comments:

Post a Comment

 

Circle Life of Shalia Template by Ipietoon Cute Blog Design