Sunday, November 6, 2016

Nice Home Work # 3


Mari merenung dan bernostalgia

Alhamdulillah tugas kali ini sudah memasuki minggu ketiga. Tugas matrikulasi dari IIP kali ini semakin menantang dan menguras otak untuk berpikir. Saya semakin menyelami makna kehadiran kita dimuka bumi. Kami ditugaskan untuk mencari tahu mengenai potensi yang dimiliki oleh masing-masing individu sebelum menikah, pertimbangan yang kami jadikan alasan hingga kami memilih pasangan hidup yang menjadi Imam kami sekarang, potensi yang dimiliki dari masing-masing anak kami dan mengapa Allah mengirimkan kami untuk tinggal dalam lingkungan kami yang sekarang.
Pertanyaan yang diberikan susah-susah gampang menurut saya, ada beberapa poin yang sebenarnya sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, namun kita tidak pernah menyadari sejauh apa Allah mempunyai rencana terbaik untuk kita. Allah tentunya telah menciptakan makhluknya dengan sempurna. Masing-masing diberi potensi dan kelebihan dalam menjalankan perannya masing-masing di bumi ini, namun terkadang kita belum menemukan apa potensi terbaik yang kita miliki, apakah yang menjadi keunggulan diri kita, dan sudahkah kita bersyukur akan hal tersebut. Melalui tugas ini saya berharap potensi yang dimiliki semakin jelas terlihat dan terarah sehingga peran yang dijalankan sebagai individu, istri, dan ibu professional akan berjalan beriringan tanpa memberatkan satu sama lain.
Mari kita mulai membahas mengenai keluarga sebagai sumber peradaban. Untuk membangun keluarga diperlukan adanya dua individu yang saling mengerti dan saling membantu satu sama lain. Suami dan istri adalah pilar utama yang akan membentuk keluarga kecil yang kemudian semakin besar dan membangun peradaban. Tentunya suami istri yang memiliki perbedaan masing-masing harus memiliki visi misi yang sama dalam membangun keluarga hingga keluarga yang terbentuk kokoh bersama dan saling menguatkan. Ada alasan yang membuat kami saling jatuh cinta satu sama lain dan menguatkan kami untuk bersatu memutuskan untuk menikah. Jika mengulas kembali perjalanan cinta kami dulu, banyak lika liku yang harus dilewati.  Setelah dituangkan dalam bentuk surat cinta ternyata tidak cukup hanya 4 lembar, banyak kata yang mengalir terungkap dalam hati, lalu apa respon dari suami tercinta ? Deg-deg-deg….

Sebagai Ibu dari dua anak yang masih membutuhkan banyak perhatian, tugas membuat surat cinta agak susah dituangkan mendadak. Butuh proses dan waktu hingga semua bisa alami mengalir. Eh…setelah ditulis malah bablas lebih dari 4 halaman. Jatuh cintalah kembali, ya…itulah poin yang ada dalam angan mengingat masa lalu, apa yang membuat saya jatuh cinta pada suami, dan memutuskan untuk menikah dengannya.    

Surat cinta pun selesai dibuat malam hari, butuh waktu dan suasana yang tenang. Nostalgia mengingat masa lalu, membuat saya senyam-senyum sendiri, dan terharu. Ternyata bahtera pernikahan kami yang sudah 6 tahun lebih ini menyimpan banyak kenangan yang sudah dilalui. Lalu apa tanggapan suami ?? duh..saat suami mulai membaca perhalaman dan saya harus duduk disampingnya rasanya deg-deg ser… sama seperti siap-siap ditanya penguji saat sedang ujian skripsi.  Dia senyam-senyum sendiri, rasanya ingin suami segera tamat bacanya dan … yeay tamat. !! Akhirnya tenang juga batin ini. Kalau diawal dia berkomentar sambil tertawa-tawa…”Kamu menuliskan surat cinta ini saja, Aku sudah bahagia, lalu apa tanggapan terakhirnya? Ada rasa haru menyeruak yang tak terasa membuat saya meneteskan air mata…teringat kenangan saat bulan madu dulu, berdua ke Yogyakarta sampai akhirnya kami memiliki dua anak. Semua yang dilalui penuh warna tentunya, ada aura kebahagiaan yang akhirnya membuat kami berpelukan dan bersyukur sudah dapat melewati semuanya. 

Lalu apa yang membuat saya jatuh cinta dengan sosok suami yang telah menjadi Imam saya selama 6 tahun lebih ini ? Suami saya dan saya memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda. Dia yang lulusan tehnik sedangkan saya lulusan kesehatan. Kami sama-sama suka musik, bahasa yang indah dan semua yang romantis. Suami saya tipe yang senang memberi kejutan pada orang yang disayanginya, dia pandai memasak, dan sabar. Sabar kalau tiba-tiba istrinya berubah mood. Hehehe…ya namanya juga ibu yang full time dirumah dan kadang ga semua bisa dihandle sendiri, kadang mood suka naik turun. Kehadiran Pak Suami inilah yang membuat hati tenang dan bisa jadi mood booster buat aktivitas lain yang masih seabreg belum dikerjakan. Selain itu, Ia bijaksana dan cepat dalam mengambil keputusan. Dalam pekerjaan Ia rajin dan tekun, jika ada hal yang harus dikerjakannya, maka pantang berhenti sebelum selesai. Ia juga tipe pekerja keras dalam menggapai impiannya, banyak kesamaan sifat yang dimilikinya inilah yang membuat saya semakin kagum pada beliau. 

Saya memiliki dua orang anak. Satu anak perempuan dan satu anak laki-laki. Anak perempuan saya berusia 5 tahun bernama Nafeeza. Kini dia sekolah di TK A dan sedang mulai belajar mengenal teman-temannya. Nafeeza anak yang terbilang rajin, tekun, dan memiliki daya ingin tahu yang tinggi. Ia sering menanyakan hal-hal yang baru dibaca olehnya jika Ia belum memahami apa maksudnya. Nafeeza juga tipe penghapal yang cepat. Ia senang membaca dan bercerita. Saat Ia bertemu dengan orang banyak untuk pertama kalinya, Ia mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan, bukan tipe anak pemalu. Inilah yang membuat saya tenang meninggalkannya untuk belajar masuk TK A walaupun dihari pertamanya sekolah.    
Anak kedua saya bernama Zafran Fahreza. Iaberusia 4,5 bulan.walaupun masih bayi, sejak mengandung zafran saya memiliki keyakinan anak ini adalah anak yang kuat dan sabar. Ya.. benar saja setelah lahir, badannya yang ketika lahir lebih besar 1 kg dari kakaknya semakin terlihat jelas memiliki tenaga yang kuat. Ia mampu menepiskan tangan saya saat saya hendak membersihkan kotoran yang ada ditelinga dan dihidungnya. Selain itu, saya merasa Zafran lebih sabar dibanding kakaknya. Ia mau menunggu saya mengerjakan tugas harian Ibu Rumah Tangga sampai lebih dari 1 jam. Menurut saya 1 jam saja merupakan waktu yang relative lama untuk tipe bayi seusianya. Ia juga anak yang periang dan murah senyum. Zafran senang jika diajak berdialog dan bercerita menirukan suara binatang. Walaupun usianya terbilang masih sangat muda, namun seolah dia ingin mengatakan kalau Ia butuh teman bermain dan bercerita disisinya. Ia akan menatap dalam melihat saya jika saya hanya berlalu melewatinya sementara Ia sudah lama menunggu di bouncernya. Kalau sudah mulaimenangis, maka tiba saatnya menggendong zafran dan memberinya asi,setelah itu dia akan tenang kembali. 

Kini tiba saatnya berusaha mengetahui potensi yang menjadi kelebihan diri saya. Saya tipe orang yang suka bekerja keras, dan selalu berusaha untuk menggapai apa yang saya inginkan. Saya tidak mau berhenti ditengah jalan, dan cenderung penasaran ingin menyelesaikan semua pekerjaan saya sampai akhir. Saya juga tipe orang yang senang melakukan segala sesuatunya dengan perencanaan, bukan dadakan,selain itu  saya lebih suka semua hal dikerjakan tertib dan teratur, karena hasilnya akan lebih indah dilihat dan dirasakan. Misalnya dalam halpenataan rumah, pengelompokan barang dalam lemari, perencanaan belajar anak, dll. 

Tibalah pada pertanyaan terakhir nice home work 3 ini. Kalau direnungkan secara mendalam, mungkin Allah menempatkan saya ditempat tinggal saya yang sekarang ini, agar ada salah seorang warganya yang bisa sedikit-sedikit membantu menuju perekonomian dan peradaban yang lebih baik. Sejujurnya saya ingin mengamalkan ilmu kesehatan dan bahasa yang saya pelajari di masyarakat. Hanya untuk saat ini, saya masih mengutamakan anak sebagai prioritas, mudah-mudahan kedepannya, setelah anak bertambah besar nanti, aka nada jalannya seperti saya mengajar bahasa Inggris anak-anak dan penyuluhan mengenai mpasi untuk buah hati. 

Semoga semua ikhtiar ini menjadikan proses menjadi individu yang lebih baik lagi segera terwujud, Aamiin…
Salam Ibu Profesional…






0 comments:

Post a Comment

 

Circle Life of Shalia Template by Ipietoon Cute Blog Design